Sabtu, 20 Oktober 2012

Biografi I Gede Winasa


Nama : Ayu Ambarwati
No : 07
Kelas : XII IPS 2
Biografi Prof.Dr.drg. I Gede Winasa









Prof.Dr.drg. I Gede Winasa (populer dikenal sebagai Pak De) mempunyai seorang istri (Ratna Ani Lestari) dan empat anak (I Gede Ngurah Patriana Khrisna, Kadek Danendra Pramarta Khrisna, Ni Komang Ayu Marina Khrisna, Ni Ketut Ayu Dena Wintari Khrisna).
I Gede Winasa lahir di Denpasar 19 Maret 1950. Dengan dibesarkan oleh ibu tirinya (Niluh Putu Wedri) Winasa kecil tumbuh menjadi sosok anak yang mandiri. Diusianya yang dini ia harus membantu Sang Ibu berjualan makanan di Wantilan Desa Tegal Cangkring. Sedangkan Sang Ayah (Guru Ketut Sama) merupakan  seorang pegawai negeri kecil  yang merupakan salah satu anggota PNI dan menjadi Ketua Lembaga Kesenian Nasional yang
mau tidak mau harus melarutkan diri dalam kehidupan social politik hingga jarang mendampingi hari-hari Winasa kecil.
Di usianya yang baru 6 tahun I Gede Winasa sudah memasuki bangku sekolah di SD 1 Tegal Cangkring. Memang cukup fenomenal baru  kala itu karena lumrahnya anak-anak mulai sekolah pada usia 8 hingga 10 tahun maka tak jarang saat bermain Winasa kecil sering menjadi bulan-bulanan teman-temannya sendiri. Pada tahun 1963 Winasa sudah masuk sekolah menengah pertama di SMP Negeri 1 Penyaringan dan pernah menjadi wakil ketua Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) untuk komisariat SMP Negeri 1 Penyaringan. Setamat dari SMP Negeri 1 Penyaringan Winasa melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Negara. Disamping sekolah, Ia pun mulai berbisnis dengan menjual kopra dan susu Koga yaitu susu dari bantuan PBB kepada masyarakat korban bencana Gunung Agung yang tersisa. Namun bisnis yang dikembangkannyamengalami kerugian yang membuatnya sangat malu kepada Sang Ayah dan Winasa memutuskan untuk minggat dari rumah dan menjadi pembantu di rumah seorang pejabat bernama Guru Made Westa di Banjar Pendem,Negara.
Masa pendidikan di SMA Negeri 1 Negara sangat mulus. Ia lalu melanjutkan studi di Universitas Airlangga Surabaya fakultas Kedokteran Gigi. Saat Winasa kuliah ia pernah menjadi seorang karyawan di travel biro dibawah bendera perusahaan Artha Mas hingga ia mendirikan sebuah travel biro milik sendiri.
Tahun 1978 akhirnya I Gede Winasa diwisuda menjadi dokter gigi. Ia bekerja di Puskesmas Benculuk, Banyuwangi. Pada Tahun 1979 ia menjadi PNS di RSU Bangli. Ia juga membuka praktek di Jalan Diponegoro, Denpasar hingga tahun 1980.Winasa juga dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Dokter Gigi Cabang Bali. . Pada tahun 1981 I Gede Winasa direkrut Kantor Wilayah Kesehatan Provinsi Bali intuk menjadi Sekretaris Panitia Pendirian Sekolah Perawat Gigi di Denpasar. Dan sejak tahun 1981-1987 I Gede Winasa ditunjuk menjadi Kepala Seksi Evaluasi Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Bali.
Tahun 1983 I Gede Winasa mendirikan Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Mahasaraswati, Denpasar. Saat itu ia juga mengikuti Geriatic Training pada School of Dentistry di Hiroshima University,Jepang. Disambung pula dengan pendidikan Visiting Scientist di School of Dentistry Tokushima University . I Gede Winasa juga masuk pada lembaga pembelajaran Bahasa Jepang, Hyogo International Centre di Hiroshima-Kobe dan ia pun mengenyam program pendidikan untuk ilmu Kesehatan gigi di Jepang. Setelah itu I Gede Winasa melanjutkan S-3 nya di Universitas Airlangga dan terhitung pada tanggal 1 oktober 2000 dan diumumkan pada 27 Januari 2001. I Gede Winasa dikukuhkan sebagai Guru Besar di Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Mahasaraswati dan mendapat gelar Prof.Dr.drg. I Gede Winasa.
Pengalaman pahit pernah dirasakan Gede Winasa saat gagal masuk dalam jajaran bakal calon Bupati dari partai PDI Perjuangan. Namun akhirnya, pada tanggal 15 September 2000 bertempat di Gedung Mendapa Kesari,Negara Prof.Dr.drg. I Gede Winasa dengan Ir. I Ketut Suania masing-masing sebagai bupati dan wakil bupati Jembrana dilantik oleh Gubernur Bali, I Dewa Made Brata. Ia menjabat sebagai bupati tahun 2000-2005.
Dalam pemerintahannya Bupati Winasa merupakan orang pertama yang mengadakan tes kelayakan dan kepatutan (Fith and Prover Test) guna menghindari KKN saat penempatan PNS pada jajaran Birokrasi. Ia juga menyelenggarakan diklat penjenjangan pegawai semacam ADUM, ADUMLA, yang di selenggarakan dengan swadaya oleh pemerintah kab.Jembrana dan bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Latihan Provinsi Bali serta Lembaga Pendidikan & Latihan Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta. Ia juga mengembangkan trobosan baru antara lain :
1. Pendidikan gratis SD, SMP, SMA
2. Kesehatan gratis melalui JKJ (Jaminan Kesehatan Jembrana)
3. KTP, Akta Kelahiran, asuransi kematian gratis
4. Pajak PBB sawah gratis
5. Sudah sepenuhnya melaksanakan E-Government, dengan memakai open source software.
Penghargaan yang pernah diterima :
1. Penghargaan atas Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara dalam Bidang Pendidikan Nonformal pada Hari Aksara Internasional (HAI) Tahun 2003, dari Menteri Pendidikan Nasional.
2. Peringkat III Aparat Kelembagaan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang Berprestasi dari Gubernur Bali.
3. Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Pemrakarsa Pengolahan Air Laut Menjadi Air Mineral Pertama di Indonesia.
4. Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Pemrakarsa Program Jaminan Kesehatan (Pembebasan Biaya Kesehatan Bagi Seluruh Warga Masyarakat Kabupaten Jembrana).
5. Penghargaan dari Museum Record Indonesia sebagai Pemrakarsa Program Pembebasan PBB Bagi Lahan Sawah di Wilayah Kabupaten Jembrana.
6. Penghargaan dari Museum Record Indonesia sebagai Pemrakarsa Program Pembebasan Biaya Pendidikan Bagi Siswa Sekolah Negeri SD - SMU di Wilayah Kabupaten Jembrana.
7. Penghargaan atas kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap pembangunan pendidikan khususnya peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dari Menteri Pendidikan Nasional.
8. Sebagai Bupati Peduli Kehutanan Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2005 dari Menteri Kehutanan.
9. Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2005 dari Menteri Pertanian.
10. Juara Terbaik I Dalam Rangka Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Tingkat Provinsi Bali Tahun 2005 Kategori Bupati/ Walikota Peduli Hutan dari Pemerintah Provinsi Bali.
11. Sebagai Pemerintah Kabupaten/Kota yang Berprestasi Peringkat I dalam Evaluasi Kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Bidang Pengembangan Ketahanan Pangan Tahun 2005 dari Gubernur Bali.
12. Penghargaan atas Karsa dan Karya Telaah Kekeliruan Demi Mencari Kebenaran dalam Bidang Kesejahteraan Rakyat Tahun 2005 dari Pusat Studi Kelirumologi.
13. Hindu Muda Award Tahun 2005 (Tokoh Pemerintahan) dari Forum Intelektual Muda Hindu Dharma.
14. Penghargaan Museum Record Indonesia sebagai Pasangan Suami-Istri Pertama yang Menjadi Bupati.
15. Penghargaan Museum Record Indonesia sebagai Pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang Memperoleh Presentasi Suara Terbesar (88,56%) dalam Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung oleh Rakyat. (Rekor ini menumbangkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Kabupaten Mojokerto dengan presentase 87,31%).
16. Penghargaan Museum Record Indonesia sebagai Pemrakarsa dan penyelenggara Parade Jegog terbanyak, 60 Jegog pada acara Rapat Istimewa DPRD Kabupaten Jembrana dalam rangka pengucapan Sumpah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana Periode 2005 - 2010.
17. Men of the Year 2005 dari Majalah Tempo.
18. Leadership Award Bidang Pelayanan Publik dan Leadership Award Bidang Pemberdayaan Masyarakat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Sosial & Majalah LeadershipPark tanggal 1 September 2006.
19. "Anugerah Pejuang Pendidikan" dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, tanggal 14 September 2006, di Tangerang.
Namun, pada awal oktober 2010 I Gede Winasa tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan pabrik kompos yang diduga merugikan negara Rp 2,3 miliar. Pada awal Juli, Majelis hakim Pengadilan Negeri Negara memutus bebas Winasa. Namun I Gede Winasa kembali menjadi tersangka pencucian uang (money laundry) senilai Rp 850 juta dan saat ini I Gede Winasa telah bebas dari tahanan.



3 komentar:

harykayan mengatakan...

seabrek penghargaan secuil kesalahan = nol
nice post...
saloam kenal

proclaro mengatakan...

wow politik memang menggelitik
salam kenal

Ayu Ambar mengatakan...

Walaupun melakukan kesalahan,,, beliau sudah berperan besar demi kehidupan warga jembrana,,
klo yang ga kenal mungkin akan memandang sebelah mata

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates