Rabu, 30 Januari 2013

Karya Tulis Tentang Usaha Patung


Bab I
Pendahuluan

1.1              Latar Belakang
Dimasa lalu patung dijadikan sebagai berhala, simbol Tuhan atau Dewa yang disembah. Tapi seiring dengan makin rasionalnya cara berfikir manusia, maka patung tidak lagi dijadikan berhala melainkan hanya sebagai karya seni belaka. Patung dapat bertahan dalam waktu yang lama. Itu sebabnya patung seringkali dihargai dengan harga yang sangat mahal.
Mengapa mahal? Karena bahan yang digunakan dalam penciptaan patung merupakan bahan yang tahan lama, contohnya : perunggu, batu marmer, kapur dan granit. Bahkan ada beberapa pematung yang menggunakan emas, perak dan gading sebagai media untuk membuat patung.
Mengukir pada media kayu bisa jadi tidak aneh. Tapi bagaimana bila mengukir dilakukan pada media batu beton ? Tentu tidaklah mudah. Hal inilah, yang dikerjakan seorang pengrajin patung ukiran di Jembrana. Meski relatif mahal, namun karena indah, patung beton ini diminati banyak wisatawan di Bali.

1.2              Rumusan Masalah
2.      Apakah Pengertian Patung ?
3.      Apakah “Sari Kencana” itu ?
4.      Bagaimana struktur organisasi Perusahaan “Sari Kencana” ?
5.      Patung apa saja yang dihasilkan “Sari Kencana” ?
6.      Bagaimana tahapan proses pembuatan patung “Sari Kencana” ?
7.      Apakah ada kendala yang dialami saat membuat patung ?
8.      Bagaimana cara mengatasi kendala-kendala yang dialami ?
9.      Bagaimana hasil pelaksanaan perbaikan yang dilakukan oleh “Sari Kencana” ?
10.  Bagaimana cara pemasaran patung “Sari Kencana” ?
11.  Berapa penghasilan yang didapat dari usaha patung “Sari Kencana” ?
1.3              Tujuan Penulisan
1.      Dengan dibuatnya Karya Tulis ini diharapkan para pembaca terinspirasi dalam mengolah usaha patung.
2.      Diharapkan para pembaca termotivasi untuk dan dapat menciptakan usaha patung dan memberi lapangan kerja baru sehingga dapat mengurangi pengangguran.

1.4              Manfaat Penulisan
1.      Pembaca dapat mengetahui bagaimana cara membuat patung.
2.      Pembaca dapat mengetahui bagaimana kesulitan dan cara mengatasi kesulitan dalam usaha pembuatan patung.

1.5              Metode Penelitian
Dalam menyusun karya tulis ini, Penulis memakai beberapa metode untuk mendapatkan bahan yang penulis susun. Metode yang penulis gunakan antara lain :
            1. Observasi (penelitian)
Dalam mendapatkan bahan dalam pembuatan karya tulis ini, penulis menggunakan 2 jenis metode observasi yaitu :
a. Observasi secara langsung
Yaitu teknik atau cara pengumpulan data dimana penulis mengadakan pengamatan secara langsung dengan terjun ketempat yang dijadikan bahan dalam penulisan karya tulis ini.
b. Secara tidak langsung
Yaitu teknik pengumpulan data dimana penulis mendapatkan bahan melalui perantara antara lain : selebaran, buku-buku,  foto yang diperoleh dari perusahaan. 
 2. Interview (wawancara/Tanya jawab)
Yaitu metode wawancara dengan pihak terkait dalam objek yang di jadikan bahan penyusun karya tulis.
 Bab II
Pembahasan

2.1              Pengertian Patung
Patung adalah sebuah benda hasil karya manusia yang memiliki bentuk tiga dimensi dan telah diakui sebagai sebuah karya seni. Sedangkan orang-orang yang pekerjaannya membuat patung disebut sebagai pematung. Adapun tujuan orang membuat patung adalah untuk menghasilkan karya seni yang dapat bertahan dalam waktu yang lama.

2.2              Profil “Sari Kencana” 
“Sari Kencana” merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kerajinan berbagai jenis patung. usaha “Sari Kencana” ini beralamat di Jln. Denpasar- Gilimanuk, Br. Tengah. Mendoyo Dauh Tukad, kec. Mendoyo. Jembrana, Bali Perusahaan patung yang dikelola oleh Bapak Gusti Kade Ari Sarwadi ini berawal dari tahun 1992 dengan berbekal bakat seni alami yang dimiliki oleh ayah yang bernama I Gusti Kade Sarken (alm) yang kini dilanjutkan oleh kedua anaknya. Dalam perjalanan usaha dikatakan I Gusti Kade Sarken selalu belajar dan belajar dalam mengembangkan tehnik,jenis patung,bahan yg digunakan. Berawal dari patung tradisional(klasik) dan mengembangkan ke modern, kontemporer dengan bahan dan tehknik yang disesuikan.  Salah satu hasil karyanya adalah Patung gajah di Pura Agung Blambangan.
 Usaha “Sari Kencana” juga pernah menerima penghargaan Upakarti yang merupakan penghargaan tertinggi pemerintah kepada perusahaan dan individu dalam bidang industri. Dan “Sari Kencana” mendapat penghargaan Upakarti dalam karegori Upakarti Kreasi Prima Mutu. Penghargaan yang diraih tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Terlepas dari itu, dengan dibantu 15 orang karyawan “Sari Kencana”  telah mampu menciptakan patung dengan berbagai macam jenis dan ukuran. Patung yang telah dihasilkan ini dipasarkan dalam pasar lokal kabupaten/sekota Bali, tetapi ada juga keluar Bali seperti Jawa, Lombok, Sumatera, Sulawesi. 
2.3       Jenis Patung
Jenis-jenis patung yang dihasilkan dalam Perusahaan “Sari Kencana” ini adalah Jenis patung yang terbuat dari PC (Pasir dan Semen), Mill, dan juga fiber. Adapun patung-patung yang dihasilkan adalah beragam jenis bentuk seperti :
•         Patung Singa
•         Patung Brahma
•         Patung Wisnu
•         Patung ganeca
•         Patung Saraswati
•         Patung Budha dan jenis patung lainnya baik berukuran besar ataupun kecil sesuai dengan pesanan.
Jenis-jenis patung ini pun digunakan dalam hal yang berbeda
Contohnya : Untuk dipasang di Pura sebagai wadah tirta, Hiasan rumah, hiasan taman dan lain-lain. “Sari Kencana” juga menyediakan jasa pembuatan patung untuk sekolah-sekolah, taman kota, patung untuk hiasan rumah dan semacamnya.

2.4       Proses Pembuatan Patung
Saat proses pembuatan patung, perlu dilakukan secara hati-hati dan perlu ketelitian ekstra. Dalam pembuatan patung, tidak boleh terburu-buru dalam pengerjaannya karena waktu yang diperlukan dalam pembuatan patung sangat mempengaruhi kualitas dari patung itu sendiri. Kadangkala saat banyak pesanan patung, pembuat patung terkadang terburu-buru dalam pengerjaannya agar dapat menghasilkan lebih banyak patung dalam waktu yang singkat, namun hal ini sangat fatal dengan hasil patung yang dihasilkan. Akibatnya patung tidak akan tahan lama, gampang patah/rusak, dan tentunya memiliki kualitas yang rendah. Selain itu, saat pencampuran bahan-bahan juga mempengaruhi kualitas dari patung yang dihasilkan. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan patung di “Sari Kencana” yaitu : Semen, Pasir super, pasir laut, Fiber, Gipsun,Mill dll.
Peralatan yang digunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya alat-alat yang digunakan :
- butsir adalah alat Bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat.
- Meja putar adalah meja untuk membuat patung dan dapat di gerakan denagan cara   diputar,fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.
- Pahat
- Palu
- Cetakan berfungsi untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong ikatan kawat.
- Sendok adokan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkanya pada kerangka patung.
Sedangkan teknik yang digunakan antara lain :
•         Teknik membutsir
teknik dengan cara memijat, menambah dan mengurangi bahan yang di bentuk.
•         Teknik memahat, teknik dengan cara menggunakan bahan yang di bentuk, teknik ini tidak bisa dilakukan penambahan/penambalan.
•         Teknik mencetak, teknik ini umumnya cair atau bahan yang bisa di cairkan.
•         Teknik konstruksi, membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik kerangka/tanpa kerangka.

Proses pengolahan patung
1.       Persiapan Bahan Baku
2.      Pencampuran bahan baku
3.      Pembuatan Cetakan
4.      Pembentukan Patung
5.      Pengamplasan
6.      Finishing (Pewarnaan/Pengecatan)
7.      Produk Jadi
8.      Produk Siap Dipasarkan
2.5       Kendala dalam Mengolah Patung dan Pengatasannya
Dalam pembuatan patung, tentu memiliki kendala-kendala yang dihadapi, namun seiring dengan kendala tersebut tentu kita harus dapat mengatasi agar permasalahan yang dihadapi saat membuat patung tidak sering terjadi dan dapat menekan kerugian. Selain itu, dengan cara pengatasan tersebut dapat menambah kualitas patung dan menambah jumlah patung yang dihasilkan. Berikut merupakan beberapa kendala yang pernah di alami dan juga pengatasannya di Perusahaan Patung “Sari Kencana”. 
No
Permasalahan
Tujuan Diperbaiki
Cara Memperbaiki



1.
Proses pencetakan tidak tepat dengan bentukan patung yang akan dibuat.
Untuk mendapatkan hasil standar dengan yang diinginkan agar tidak mendapat komplain kembali.
1.      Menggunakan standar cetak yang tepat ukuran M1,M2, M3 .
2.      Cetakan patung harus dibuat tegak dan tidak goyah.



2.
Proses pencampuran bahan dengan takaran tidak tepat dan efektif.
Untuk mendapatkan campuran bahan yang halus, bersih, sehingga patung tidak retak/basah.
1.      Menggunakan standar ukuran campuran bahan semen dan pasir 1:3.
2.      Kontrol campuran bahan patung yang siap dicetak didalam keadaan halus dan tidak padat/kasar.



3.
Proses pengiriman patung tidak tertata rapi cepat dan tepat waktu.
1.1Untuk terhindar dari gesekan benturan patung satu dengan yang lain.
2.1Untuk memenuhi order sehingga tidak terjadi komplain kembali.
1. Menggunakan kotak penyekat sesuai standar ukuran patung.
2.
Tabel 04: Kendala dalam Mengolah Patung dan Pengatasannya
2.6             Pelaksanaan Perbaikan


No
Kondisi Awal
Pelaksanaan Perbaikan
Hasil Sebelum Perbaikan
Hasil sesudah Perbaikan
1
Sering terjadi pencetakan patung tidak sesuai dengan bentuk yang diinginkan
1.Menggunakan standar cetakan yang tepat ukuran M1, M2, M3, dst.
2.Cetakan patung yang tegak dan tidak miring.
1.Cetakan patung berbentuk tidak sempurna.
2.Cetakan patung seringkali   gagal/patah (6hari dapat menghasilkan 90 buah patung sempurna)
1.Cetakan bentuk patung sesuai dengan ukuran yang diinginkan
2.Cetakan patung sempurna (6hari 125 buah)
2
Pencampuran bahan yang tidak tepat dan efektif
1.Menggunakan standar ukuran campuran bahan (semen,pasir)
2.Kontrol campuran bahan siap cetak dalam keadaan halus dan bersih
1.Campuran bahan tidak sempurna.
2.Campuran bahan kasar dan kotor
1.Campuran bahan menjadi sempurna.
2.Campuran bahan halus dan bersih.
3
Pengiriman patung tidak tertata rapi cepat dan tepat waktu.
1.Menggunakan kotak penyekat sesuai ukuran patunng.
2.Pastikan patung yang dibuat sesuai standar yang diinginkan dan dikirim tepat waktu.
1.Patung menjadi retak/patah (11 buah perbulan)
2.Order belum dipenuhi tepat waktu (karena ada patung patah/retak).
1.Patung patah/retak dapat ditekan menjadi 4buah perbulan.
2.Order dapat dipenuhi (Tidak ada pembeli yang komplain)

Tabel 05: Pelaksanaan Perbaikan


Dari pelaksanaan perbaikan tersebut diatas telah didapatkan data sebagai berikut :

1.      Sebelum Melakukan Perbaikan
Data produksi patung dan order yang terkirim dari tanggal 7s/d 12 Oktober 2012.
Pencatat data : I Gusti Komang Sartika 
No
Jenis Patung
Jumlah
Good (ok)
%
NG (gagal)
%
1.
Patung PC
97
88
90,72
9
9,28
2
Patung mill
21
19
90,48
2
9,52
3
Patung fiber
12
10
83,33
2
16,67
Tabel 06 : Data Sebelum Perbaikan

2.      Setelah Melakukan Perbaikan
Data produksi patung dari tanggal 6s/d 11 Desember 2012
Pencatat : I Gusti Komang Sartika

No
Jenis Patung
Jumlah
Good (ok)
%
NG (gagal)
%
1.
Patung PC
136
135
99,26
1
0,74
2
Patung mill
21
20
95,24
1
4,76
3
Patung fiber
12
12
100,00
0
0
Tabel 07: Data Sesudah PerbaikanKesimpulan :
1.      Terhadap jumlah produksi.
Jumlah produksi sebelumnya 97 buah meningkat menjadi 136 buah (naik 40,21%), produk good (ok) sebelumnya 88buah meningkat menjadi 135 buah (53,41%), produk no good (NG) dari 9buah turun menjadi 1 buah (turun 88,89%). Dari kondisi yang sekarang ini masih ada kegagalan sebesar 11,11%.
2.      Evaluasi Biaya
Biaya yang dikeluarkan selama 1minggu adalah sebesar Rp.695.000,- keuntungan yang didapat dari peningkatan produk good (ok) adalah sebesar :
135buah -88buah = 47buah x Rp 10.575.000,-
Biaya yang dikeluarkan :
Untuk cetakan (M1,M2,M2) 3x Rp 75.000,-
Rp 225.000,-
Untuk kotak penyekat (47x Rp 10.000,-
Rp 470.000,-
Jumlah

Rp 695.000
                        Tabel 08: Biaya Keluar
Keuntungan dalam 1 minggu (Rp 10.575.000 – Rp 695.000)
= Rp 9.880.000
            Keuntungan dalam satu bulan (4 x Rp 9.880.000)
                                                                                                = Rp 39.520.000
 2.7              Pemasaran
Patung-patung yang telah selesai diproses akan segera diantar ke tempat pemesanan. Proses pengiriman patung dilakukan dengan pengepakan patung terlebih dahulu dengan menggunakan kotak kayu untuk penyekat agar patung tidak rusak saat pengiriman.  Tingkat pemasaran masih dalam pasar lokal kabupaten/kota se-Bali tetapi ada juga ke luar Bali seperti Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Lombok. Untuk pemasaran ke luar negeri masih direncanakan namun masih mengalami beberapa hambatan seperti kurangnya modal. Karena sejak saat ini masih belum ada bantuan / peran dari pemerintah setempat untuk memberi bantuan pada usaha patung di Jembrana. Selain itu, jumlah tenaga kerja masih kurang dalam pembuatan patung untuk memenuhi jumlah permintaan patung dalam kabupaten.
Bab III
Penutup

3.1       Kesimpulan
                                    Usaha patung kini menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Selain karena semakin bertambahnya jumlah wisatawan dari hari ke hari, perubahan ekonomi juga dapat mempengaruhi semakin majunya usaha-usaha perhotelan, pembuatan taman dan tempat wisata baru yang dirasakan kurang menarik jika belum ada sentuhan patung yang turut menghiasi taman atau juga pekarangan hotel.
                                    Persiapan awal yang perlu diperhatikan untuk memulai usaha patung diantaranya adalah menyiapkan modal, tenaga kerja yang cukup terampil dan memiliki jiwa seni yang cukup tinggi, mengetahui peluang pasar, perizinan usaha, serta promosi yang tepat agar usaha patung ini dapat terus berjalan dengan sukses.
                                    Selain itu, keterampilan dasar seperti mengukir, mengolah bahan-bahan, pencampuran cat saat pewarnaan, teknik pembuatan dan pemasaran, serta info-info tempat pemasaran yang strategis.

3.2       Saran
                                    Dalam meningkatkan pendapatan dan juga peluang kerja, kita sebaiknya mencoba untuk membuat usaha sendiri dengan berbekal kreatifitas, ketrampilan dan seni pun kita dapat membangun usaha sendiri. Contohnya Usaha Pembuatan Patung. Selain menyediakan lapangan kerja, juga dapat menarik wisatawan karena keindahan patung yang ditampilkan itu sendiri. Mengingat industri pariwisata di kabupaten jembrana jauh tertinggal dibandingkan dengan industri pariwisata di  kabupaten lainnya yang ada di Bali, seperti Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar dan lain-lain. Alangkah baiknya jika kita membuat Jembrana ini bersuara dengan pusat kerajinan patungnya yang akan menarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Jembrana dan otomatis menambah penghasilan warga Jembrana dan tentunya menambah devisa Negara dengan Usaha Patung ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates